Sabtu, 12 Maret 2016

Everything has Changed

"That day, i was promised to not loving him anymore...."

It hurts me so much, you know. But, life must go on and i dont think about it anymore.

Ya, memang itu terasa amat sakit. Namun apa guna nya untuk terus di tangisi? Apa air mata akan membuat luka itu hilang? Apa air mata akan membuat dia menyesal? Tidak, bukan? Lalu untuk apa aku menangisi hal yang telah membuatku terluka?

Setelah hari itu, aku berkata untuk tidak memulai hubungan lagi dengan pria manapun. Aku hanya takut akan mengalami hal serupa. Karena rasanya tidak enak, sama sekali. Namun, aku salah. Perkataanku untuk tidak mencintai siapapun salah dan semuanya berubah ketika ku mengenalnya...

Aku tau kamu sejak saat itu. Saat kamu "add" path-ku di bulan Januari 2015. Tapi sungguh, aku tidak mengira aku akan menggilai mu seperti ini. Saat itu, aku sempat melihat foto profilmu dan berkata "Ganteng ih" namun itu hanya kata kata yang berlalu, aku tidak terlalu memikirkan nya.

4 bulan berlalu, tiba-tiba muncul namamu lagi di invitation bbm-ku, dan lagi-lagi aku tidak terlalu memikirkan itu... namun, ku sempat bingung dan bertanya-tanya "Nih orang kenapa ngeadd Path dan bbm tapi gak ngechat apa-apa, at least if he knows my social media, he must knows me, rite? But why he didnt say something?"

Namun, akhirnya aku tau kalau kamu adalah teman dari temanku saat kamu pasang your display picture with my friend. Then, i ask u to make sure. Chat pertama itu aku kira akan berakhir begitu saja karena aku hanya curious who you are. Eh gak tau nya perkiraan ku salah. Kita chattan all day long dan tidak berhenti-henti sampai kau bertanya "Boleh gak kalau gue mau deket sama lo?"
.....i dont know what to say, but all i know is im so happy to talk to u.

2 minggu berlalu, rasa senang itu selalu ada saat kami mengobrol lewat bbm saat itu. Anehnya, selalu ada saja bahan obrolan seakan kami sudah mengenal sejak lama. Dan saat itu, i really wanna say to you "where have u been all my life?"

Tapi tidak hanya senang, perasaan insecure -ku selalu ada. Aku takut, takut untuk jatuh terlalu dalam. Aku takut, takut semuanya semu dan akan berakhir begitu saja. Tapi kamu selalu bilang "percaya sama gue, gak akan gue bikin lu seneng sesaat" and i dont know why, i just believe his words. I believe him...

May, 31 2015. The first time we met (and also ur birthday)
My first impression;
1. Kamu ganteng (fyi, after 9months dating gue gapernah ngomong kalau dia ganteng, semoga dia gak baca bc he will sooo kegeeran😛)
2. Aku seneng, karena kamu gak ngomong terserah pas first date.

Dating pertama di Tebet ya? Dan makan ayam bakar mas mono. I wont forget that.

Dan you know what? He said he loves me after 1 week we met! Ya, waktu itu dia jemput aku ke kostan dan suddenly he asked me to be his girlfriend......

I said yes.

Dan hari ini, Sun March 13 2016...

Terlalu banyak yang udah kita lewatin. Dari seneng, sedih, marah. Dari cuaca bagus, sampe panas mentereng lalu hujan badai. Mungkin ini terlalu childish untuk memintamu selalu ada disini bersamaku. Aku mungkin gak pernah berani buat bilang langsung kalau aku sayang kamu, aku mungkin terlalu gengsi untuk nunjukin rasa sayang aku ke kamu. Tapi, kamu harus tau... aku sayang sama kamu. Kalaupun ada masalah eksternal yang bikin kita mesti jauh, kamu harus percaya kalau aku bakal tetep pilih kamu. Kenapa? Karena kamu bahagiaku. Sama kamu aku gak takut buat bilang mimpi-mimpiku, sama kamu aku ngerasa jadi diri aku sendiri. Iya, Khilda yang judes nan galak. Yang suka marah-marah dan bete tiba-tiba. Aku percaya, kalau Tuhan mengambil sesuatu dari kita, maka Dia akan mengganti hal tersebut dengan yang lebih indah. Dan aku yakin, kamu adalah jawaban dari doa-doa ku.

Aku gak tau, apa yang akan memisahkan kita nanti nya. Tapi satu hal yang pasti, aku sayang kamu, Ji.

Your dearest,
Khilda♡